Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan masalah kesehatan yang sering dialami, terutama oleh wanita karena anatomi uretra yang lebih pendek. Salah satu cara paling efektif dan alami untuk mencegahnya adalah dengan mengatur pola minum yang tepat. Ketika cairan dikonsumsi secara rutin, aliran urin yang dihasilkan membantu “membilas” bakteri dari kandung kemih sebelum sempat berkembang biak.

Mulailah hari dengan meminum 300–500 ml air putih hangat setelah bangun tidur. Kebiasaan ini tidak hanya merangsang peristaltik usus, tetapi juga memicu keinginan buang air kecil pertama yang membersihkan sisa urin malam hari. Selanjutnya, atur interval minum setiap 2–3 jam sekali, meskipun belum merasa haus. Rasa haus sebenarnya adalah sinyal dehidrasi tahap lanjut yang sebaiknya dihindari.

Pada siang hari, tambahkan asupan cairan sebelum dan sesudah makan serta setelah aktivitas fisik. Olahraga menyebabkan kehilangan cairan melalui keringat, sehingga penggantian yang cepat mencegah urin menjadi terlalu pekat—kondisi yang disukai bakteri seperti Escherichia coli. Bagi pekerja kantor yang sering lupa minum karena kesibukan, gunakan pengingat ponsel atau letakkan botol air di meja kerja sebagai pengingat visual.

Malam hari memerlukan pendekatan berbeda. Minum air 1–2 jam sebelum tidur cukup untuk menjaga hidrasi tanpa mengganggu istirahat karena sering terbangun untuk buang air kecil. Hindari minuman diuretik seperti kopi atau teh pekat menjelang tidur karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil yang tidak perlu.

Pola minum teratur juga mendukung kekuatan otot dasar panggul. Ketika kandung kemih tidak terus-menerus penuh karena penahanan, otot-otot tersebut tetap terlatih untuk berkontraksi dan relaksasi secara normal. Lama kelamaan, kebiasaan ini mengurangi risiko inkontinensia urin pada usia lanjut.

Dengan disiplin menjalankan jadwal minum yang terstruktur, Anda membangun benteng alami terhadap ISK. Pendekatan ini sepenuhnya gratis, mudah diintegrasikan dalam rutinitas harian, dan memberikan manfaat jangka panjang tanpa ketergantungan pada antibiotik atau suplemen.